Tim KKN-PPM UGM Bromo Bestari Meluncurkan Bank Sampah Terintegrasi dengan Sistem IoT sebagai Solusi Cerdas Pengelolaan Sampah
Tim KKN-PPM Bromo Bestari telah melakukan kegiatan KKN-nya pada bulan Juni sampai Agustus 2025 di Kawasan Kaki Gunung Bromo yaitu di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam tim ini terdapat 10 mahasiswa Fakultas Teknik UGM yang berkontribusi dalam melaksanakan program kerja yang mengarah pada bidang teknologi tepat guna.
Adhi Lanjar, selaku mahasiswa Fakultas Teknik di tim ini, mengatakan bahwa program KKN ini bukan hanya untuk pemenuhan kewajiban akademik saja, namun juga sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan ilmunya langsung ke masyarakat.
Salah satu program kerja yang dibuat dalam lingkup teknologi tepat guna adalah pengadaan bank sampah yang terintegrasi dengan sistem IoT. Pengadaan Bank sampah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengunjung dan masyarakat dalam memilah sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efisien. Bank sampah ini terintegrasi dengan sistem IoT berbasis SIM800L dan sensor ultrasonik untuk memonitoring proses pengolahan sampah secara real-time dengan bantuan tenaga surya. Dengan sistem ini, jika bank sampah sudah penuh akan dikirim notifikasi secara otomatis melalui SMS ke petugas pengambil sampah.
Bank sampah ditempatkan di area strategis agar mudah diakses pengunjung, khususnya untuk membuang botol plastik secara terpisah. Hasil pengumpulan botol plastik harapannya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi desa maupun pengembangan fasilitas rest area, sekaligus menjadi media edukasi pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Pengadaan bank sampah ini bukan hanya soal menabung sampah saja, tetapi juga sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berdaya,” ujar Fian, Koordinator Mahasiswa Unit Tim KKN Bromo Bestari.
Dengan semangat yang terpancar dari para mahasiswa, kegiatan kuliah kerja nyata menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi mahasiswa dengan masyarakat mampu memberikan dampak yang baik bagi kehidupan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi pemicu semakin banyaknya penerapan teknologi tepat guna yang berdampak bagi masyarakat luas.