Homestay

Tempat singgah dengan kehangatan dan kearifan lokal dari warga asli Desa Gubugklakah.

Pak H Anshori, Ketua Pokdarwis Desa Gubugklakah

Homestay bukan sembarang Homestay

Sebagai desa wisata, Gubugklakah menawarkan berbagai akomodasi termasuk tempat singgah untuk wistawan.

Di Desa Gubugklakah, tempat Wisatanya memiliki keunikan tersendiri di bandingkan dengan desa desa wisata lainnya. Keunikan ini yang membuat Desa Gubugklakah menjadi Desa Wisata yang spesial.


Kami berbincang dengan Pak H Anshori selaku ketua Pokdarwis (Kelomok Sadar Wisata) Desa gubugklakah untuk mengulik keunikan dan kearifan lokal dari homestay-homestay di Desa Gubugklakah dan apa yang menjadikan desa ini begitu spesial dengan homestay nya.

Rumah warga asli Gubugklakah yang disiapkan untuk disinggahi oleh wisatawan.

Homestay – homestay Desa Gubugklakah sejatinya merupakan tempat tinggal dari warga asli Desa Gubugklakah yang disiapkan untuk disinggahi oelh wisatawan. Hal ini memastikan tiap wisatawan mendapatkan pengalaman menyatu dengan kehidupan warga desa dengan segala kehangatan dan kearifan lokalnya.

Rasakan pengalaman singgah menyatu dengan kehidupan desa, Hanya dengan Rp 150,000/kamar per malam.

Satu-satunya bentuk penginapan yang diperbolehkan secara budaya

Di Desa Gubugklakah, sulit menemukan hotel, motel, atau bentuk penginapan lainnya. Ini karena homestay menjadi satu satunya opsi penginapan yang “legal” secara kebudayaan untuk wisatwan singgah selama melakukan wisata di Desa Gubugklakah. Hal ini dikarenakan nilai kebudayaan yang ingin diperkenalkan kepada para wisatawan desa, agar bisa merasakan kearifan lokal desa dan hidup menyatu dengan warga lokal.

Disambut, dijamu, dan tinggal bersama pemilik rumah

Para wisatawan Desa Gubugklakah yang menginap di homestay akan disambut, dijamu, dan hibup serumah dengan pemilik homestay. Semua wisatawan yang singgah di suatu homestay dianggap sebagai keluarga sendiri oleh penduduk lokal. Tak jarang juga kepergian wisatawan terasa berat karena ikatan yang begitu dalamnya dengan keluarga pemilik homestay.

Dikelola oleh Ladesta (Lembaga Desa Wisata) Desa Gubugklakah

Walaupun homestay-homestay yang ada di Desa Gubugklakah merupakan rumah warga lokal, namun pengelolaan manajemen dilakukan oleh Ladesta. Pengelolaan ini mencakup pemasaran dan alokasi wisatawa. Hal ini yang menjadikan homestay homestay di Desa Gubugklakah menerapkan tarif yang rata untuk wisatawan – sebesar Rp 150.000 per malam per kamar.