Mengabdi di Desa Wisata, PKM FEB UB Gandeng Pelaku Usaha Desa Gubugklakah
Jumat, 8 Agustus 2025, Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang
Desa Gubugklakah merupakan salah satu desa yang dilalui oleh jalur utama destinasi wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kondisi tersebut menciptakan peluang yang sangat besar pada sektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Memanfaatkan kondisi tersebut, mayoritas masyarakat mulai berpartisipasi dengan membuka berbagai macam usaha mulai dari UMKM, homestay, guide hingga persewaan perlengkapan wisata. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, sektor pariwisata terbukti mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun sejak pandemi datang, jalur pariwisata sempat ditutup sehingga menyebabkan kunjungan wisatawan yang melalui Desa Gubugklakah mulai menurun dan menyebabkan perputaran ekonomi masyarakat terhambat. Hingga pandemi berakhir, performa sektor pariwisata tak kunjung pulih dengan maksimal yang berakibat pada sebagian pelaku usaha harus gulung tikar.
Pada bulan Juli 2025 tepatnya hari Kamis, 03 Juli 2025, kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (PKM FEB UB) memulai pengabdian di Desa Gubugklakah. Program ini menjadi langkah kecil mahasiswa untuk berkontribusi di masyarakat dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pasca survey dan menganalisis permasalahan yang ada di Desa Gubugklakah, kelompok PKM FEB UB berinisiatif menggandeng pelaku usaha yang ada di Desa Gubugklakah agar dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi dengan memperkuat citra usaha yang dimiliki.
Pengabdian dimulai dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait digitalisasi usaha dan pengoptimalan media sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dengan memperkenalkan konsep marketplace & online shop yang dapat membantu memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini dilengkapi dengan bimbingan tutorial pembuatan akun marketplace dan strategi pengoptimalan media sosial sebagai media marketing usaha. Kegiatan terlaksana dengan penuh antusias, terlihat dari partisipasi peserta yang sangat aktif.
Kelompok PKM melanjutkan pengabdian dengan melakukan pendekatan dan berbaur bersama masyarakat. Kelompok PKM mendapati beberapa UMKM yang dirasa kurang memiliki citra usaha yang kuat namun berpotensi berkembang menjadi lebih besar. Alhasil, kelompok PKM berinisiatif untuk melakukan rebranding dengan menawarkan jasa desain banner dan perlengkapan usaha, serta memfasilitasi UMKM dengan menghibahkan banner usaha.
Tak terbatas pada UMKM, kelompok PKM juga membantu mempromosikan homestay dan wisata yang ada di Desa Gubugklakah. Promosi homestay dibuat dalam bentuk foto yang dilengkapi dengan detail informasi sewa dan fasilitas yang tersedia. Sedangkan, promosi wisata dibuat dalam bentuk video menarik yang menampilkan informasi wisata, destinasi unik hingga aktivitas seru yang bisa dilakukan di wisata tersebut. Foto-foto homestay dan video wisata kemudian diposting di Instagram resmi kelompok PKM @pkmfeb25.gubugklakah. Dalam kegiatan tersebut, kelompok PKM berkolaborasi bersama kelompok KKNT IPB, KKN PPM Bromo Bestari UGM dan KKN FP UB. Harapannya melalui program pengabdian ini, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Gubugklakah.