Profil Desa

Ketahui lebih lanjut tentang Desa Wisata Gubugklakah, kehangatan penduduknya, dan keindahan alamnya yang memikat mata.

Perjalanan panjang menjadi desa wisata, Gubugklakah berkembang bersama warga nya

Di balik megahnya Gunung Bromo dan sejuknya udara pegunungan, Desa Gubugklakah menyimpan kisah perjuangan yang tak banyak diketahui. Dahulu, sekitar tahun 2008, kehidupan masyarakat desa ini sangat bergantung pada pertanian apel dan hasil hutan seperti kayu bakar. Pak Hari, Pak Heri, dan rekan-rekan lainnya bertani sekaligus mencari kayu di kawasan Coban Pelangi, sementara Pak Anshori menempuh jalan berbeda sebagai sales dan kurir, menjelajah jalan-jalan terjal demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Di masa itu, pariwisata belum menjadi nadi utama desa. Namun segalanya mulai berubah ketika mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) datang membawa semangat baru: pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mereka membuka mata para pemuda desa, termasuk 16 pemuda dari kampung atas (Kertosari), yang mulai ikut terlibat aktif dalam kegiatan desa. Bersama-sama, mereka mulai bermimpi lebih jauh—tentang desa yang tak hanya menghasilkan apel terbaik, tapi juga pengalaman terbaik bagi para wisatawan.

Dari situ, gagasan membentuk lembaga desa wisata mulai tumbuh. Dengan kerja keras, niat baik, dan kolaborasi dengan tim KKN dari UGM, Lembaga Desa Wisata Gubugklakah (Ladesta) akhirnya resmi berdiri pada 20 Agustus 2010. Meski sempat menghadapi banyak penolakan—34 proposal diajukan, hanya satu yang disetujui—mereka tak pernah menyerah. Karena mereka percaya, sebuah mimpi yang diperjuangkan bersama akan menemukan jalannya

Rest Area

Titik balik datang pada tahun 2012, saat jalur wisata Bromo dari arah Malang dibuka. Sejak saat itu, pariwisata di Gubugklakah tumbuh pesat. Warga mulai membuka diri menjadi pemandu wisata, menjual makanan khas, hingga menciptakan berbagai pengalaman lokal yang memikat hati para pengunjung. Kampung yang dulunya terbagi dua antara Kertosari dan Kertoayu, kini bersatu dalam semangat yang sama: membangun desa melalui pariwisata yang berkelanjutan.

Kini, Gubugklakah bukan hanya dikenal sebagai desa penghasil apel, tapi juga sebagai salah satu gerbang utama menuju Bromo yang penuh cerita, keramahan, dan semangat gotong royong.

Visi

Terwujudnya Desa Gubugklakah yang Indah, Mandiri, Agamis, Nyata dan Disiplin di segala Bidang Pembangunan

Misi

Mewujudkan dan mengembangkan kegiatan keagamaan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Mewujudkan dan mendorong terjadinya usaha-usaha kerukunan antar dan internal warga masyarakat yang disebabkan karena adanya perbedaan agama, keyakinan, organisasi, dan lainnya dalam suasana saling menghargai dan menghormati.

Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengenali, menganalisis sekaligus mencari pemecahan terhadap masalah-masalah prioritas pembangunan desa, terutama dibidang fisik prasarana, ekonomi dan sosial budaya.

Mengembangkan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan akses pemasaran produksi pertanian

Meningkatkan kualitas pelayanan umum dan pelayanan kebutuhan dasar bagi warga desa terutama di bidang pendidikan anak usia dini dan pendidikan dasar serta di bidang kesehatan.

Menata Pemerintahan Desa Gubugklakah yang kompak dan bertanggung jawab dalam mengemban amanat masyarakat.

Meningkatkan pelayanan masyarakat secara terpadu dan serius.

Mencari dan menambah debet air untuk mencukupi kebutuhan pertanian.

Menumbuh Kembangkan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani serta bekerja sama denga HIPPAM untuk memfasilitasi kebutuhan Petani.

Menumbuhkembangkan usaha kecil dan menengah.

Bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan dalam Melestarikan Lingkungan Hidup

Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal maupun informal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali yang mampu menghasilkan insan intelektual, inovatif dan enterpreneur (wirausahawan).

Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk pengembangan dan optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, baik tahap produksi maupun tahap pengolahan hasilnya.

Peta Desa Gubugklakah